Sebanyak 22 orang mengikuti pendidikan dan pelatihan dasar pelatihan Korp Sukarela (KSR) angkatan ke-12. Penutupan pelatihan dilaksanakan di Markas Palang Merah Indonesia Kabupaten Bandung, Senin 5 September 2016.Para peserta berjalan kaki tak kurang dari 40 km untuk mengikuti pendidikan, lalu dikukuhkan dengan upacara adat khas PMI Kabupaten Bandung. Para siswa berbaris menghadap para seniornya. Kemdian satu persatu rambut peserta dipotong. “Pemotongan rambut ini sebagai tanda akhir dari sebuah proses panjang selama lima hari pelatihan,” kata Sekretaris PMI Kabupaten Bandung, Entang Sukandar.Pelatihan dilaksanakan secara mobile atau tidak diam di satu tempat mulai dari bumi perkemahan Rancaupas, Kecamatan Rancabali. Di sana mereka menginap dua hari. Para peserta lalu berjalan kaki ke lapangan Jendral depan kantor Kecamatan Pasirjambu sekitar 7 km.”Menginap semalam lalu bergerak lagi ke Gunung Singa, Kecamatan Kutawaringin untuk menginap semalam. Selama menginap para peserta mendapatkan materi soal PMI, penanggulangan bencana, maupun soal kesehatan,” katanya.

Terakhir para peserta berjalan kaki dari Gunung Singa pada Senin selepas Subuh menuju markas PMI Kabupatewn Bandung dan tiba pukul 10.00. “Kalau dijumlahkan para peserta jalan kaki sampai 40 km sebab berjalan di desa dan perkampungan,” katanya. Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Bandung Agus Permadi menjelaskan, KSR lahir saat terjadi banjir besar yang melanda wilayah Baleendah pada tahun 1985. Saat ini KSR sudah memiliki 11 angkatan dengan 350 anggota.”PMI Kabupaten Bandung berpisah dengan PMI Kota Bandung pada 1985 ketika ada bencana banjir besar yang melanda Baleendah,” katanya.
Menurut Agus, para kader KSR terjun untuk tugas-tugas kemanusiaan dan peanggulangan bencana. Apalagi, Kabupaten Bandung merupakan wilayah nomor empat rawan bencana nasional. “Tenaga KSR bukan hanya diterjunkan saat terjadi bencana melainkan juga melakukan pembinaan kepada masyarakat,” ujarnya.Pembinaan kepada warga khususnya para siswa dilaksanakan seminggu sekali di sekolah-sekolah untuk membudayakan hidup bersih dan sehat. “Inti pembinaan dari KSR adalah perubahan karakter masyarakat dimulai dari para siswa,” katanya.(pikiran-rakyat.com)